Artikle Ilmiah

UNTUK PARA PEMIMPIN NEGERI (Refkeksi Maulidur Rasul)
Oleh : Nazarullah, S.Ag, M.Pd - 16 December 2017



Allah Memilih Muhammad SAW. menjadi Rasul dan Pemimpin ummat  dari Suku Quraisy (Q.S. Al-Quraisy: 1-4) Bukan berarti Suku Quraisy itu Primitif, bodoh dan miskin. Tapi mereka adalah suku yang giat mengembangkan ekonomi dan juga cerdas Spiritual.

Oleh karena itu, Gubernur, Bupati/wali kota yang  telah menjadi pemimpin rakyat hendaknya:
1. Bisa memberdayakan ekonomi rakyat, seperti orang Quraisy yang mengembangkan ekonomi mereka sampai ke negeri Yaman dan negeri Syam (Q.S. Al-Quraisy: Ayat: 1 dan 2)

Kekayaan Finansial, menjadi alasan masyarakat Muslim bermartabat dan dianggap tidak "Kere". Oleh karena itu, Muslim itu harus kaya harta, tapi hartanya bermakna untuk nilai-nilai ibadah. Pemeo "Muslim Miskin", tidak zamannya lagi, karena Islam menginginkan Muslim itu hidup sejahtera sebagaimana sejahteranya masyarakat dibawah Kepemimpinan Rasulullah SAW.

2. Pemimpin yang bisa membuat masyarakatnya cerdas Spiritual. Apapun usaha dan pekerjaan, Masyarakat tetap diarahkan untuk tidak lupa kepada Allah SWT. (Q.S.Al-Quraisy: Ayat: 3)

Muslim yang baik bukan hanya kaya harta, tapi juga kaya spiritual. Orang yang kaya spiritualnya, akan menggunakan hartanya itu di jalan Allah SWT. dengan bersedekah, berinfak dan bisa membantu muslim lainnya.

3. Pemimpin yang bisa menjaga Rakyat nya agar Tidak Lapar/ Miskin dan dilanda perasaan takut. (Q.S. Al-Quraisy, Ayat: 4).

Inilah alasan Allah SWT. Memilih Muhammad SAW. Menjadii pemimpin dunia dari kalangan Suku Quraisy Yang Sukses/ Kaya. Sebagai bukti Muhammad itu Pemuda yang kaya salah satunya adalah, Mahar Kawin saja untuk menikahi  Khatijah di bawa 100 ekor unta ditambah dengan sejumlah emas.

Keuletan  dan Energignya Rasul Muhammad dalam mencari rizki (berdagang), bisa menjadi teladan bagi pemuda Islam untuk giat bekerja dan UNTUK PARA PEMIMPIN NEGERI.
(Refkeksi Maulidur Rasul)

Allah Memilih Muhammad SAW. menjadi Rasul dan Pemimpin ummat  dari Suku Quraisy (Q.S. Al-Quraisy: 1-4) Bukan berarti Suku Quraisy itu Primitif, bodoh dan miskin. Tapi mereka adalah suku yang giat mengembangkan ekonomi dan juga cerdas Spiritual.

Oleh karena itu, Gubernur, Bupati/wali kota yang  telah menjadi pemimpin rakyat hendaknya:
1. Bisa memberdayakan ekonomi rakyat, seperti orang Quraisy yang mengembangkan ekonomi mereka sampai ke negeri Yaman dan negeri Syam (Q.S. Al-Quraisy: Ayat: 1 dan 2)

Kekayaan Finansial, menjadi alasan masyarakat Muslim bermartabat dan dianggap tidak "Kere". Oleh karena itu, Muslim itu harus kaya harta, tapi hartanya bermakna untuk nilai-nilai ibadah. Pemeo "Muslim Miskin", tidak zamannya lagi, karena Islam menginginkan Muslim itu hidup sejahtera sebagaimana sejahteranya masyarakat dibawah Kepemimpinan Rasulullah SAW.

2. Pemimpin yang bisa membuat masyarakatnya cerdas Spiritual. Apapun usaha dan pekerjaan, Masyarakat tetap diarahkan untuk tidak lupa kepada Allah SWT. (Q.S.Al-Quraisy: Ayat: 3)

Muslim yang baik bukan hanya kaya harta, tapi juga kaya spiritual. Orang yang kaya spiritualnya, akan menggunakan hartanya itu di jalan Allah SWT. dengan bersedekah, berinfak dan bisa membantu muslim lainnya.

3. Pemimpin yang bisa menjaga Rakyat nya agar Tidak Lapar/ Miskin dan dilanda perasaan takut. (Q.S. Al-Quraisy, Ayat: 4).

Inilah alasan Allah SWT. Memilih Muhammad SAW. Menjadii pemimpin dunia dari kalangan Suku Quraisy Yang Sukses/ Kaya. Sebagai bukti Muhammad itu Pemuda yang kaya salah satunya adalah, Mahar Kawin saja untuk menikahi  Khatijah di bawa 100 ekor unta ditambah dengan sejumlah emas.

Keuletan  dan Energignya Rasul Muhammad dalam mencari rizki (berdagang), bisa menjadi teladan bagi pemuda Islam untuk giat bekerja dan Berusaha. Namun sayang, Sejarah Nabi Muhammad jarang dibahas dalam ceramah Maulid setelah usia beliau 8 tahun dan sebelum usia 25 tahun. Pembahasananya hanya ada sampai umur 8 tahun, saat berdagang pertama kali pada usia tersebut bersama pamannya Abu Thaleb ke Negeri Syam yang ditegur Abu Thaleb oleh Buhaira agar Muhammad dijaga karna Muhammad memiliki tanda-tanda Kerasulan.

Apa aktifitas Nabi Muhammad pada usia 9 Tahun sampai 24 Tahun? Jarang sekali ada yang membahasnya. Ternyata, setelah belajar berdagang pada usia 8 tahun dengan pamannya Abu Thaleb, Muhammad tumbuh sebagi seorang pemuda yang mandiri, dan menjadi seorang pemuda yang sukses sebagai pengusaha yang kaya, dengan menjadi seorang pedagang antar negara saat itu.

Usia 25 tahun, Muhammad menjadi pemuda sukses dan kaya, kemudian kawin dengan seorang Wanita janda yang kaya pula. Intinya, Pemuda kaya kawin dengan janda kaya, maka jadilah Keluarga Muhammad yang kaya "IJO". Artinya, sebuah rumah tangga yang melimpah materi, sehingga diangkat menjadi Rasul/Pemimpin bangsa, sebagai Pemimpin yang kaya finansial dan sanggup menggerakan ummat dengan kekayaannya demi mengangkat agama Allah yaitu agama Islam.

Banda Aceh, l6 Desember 20l7.. Namun sayang, Sejarah Nabi Muhammad jarang dibahas dalam ceramah Maulid setelah usia beliau 8 tahun dan sebelum usia 25 tahun. Pembahasananya hanya ada sampai umur 8 tahun, saat berdagang pertama kali pada usia tersebut bersama pamannya Abu Thaleb ke Negeri Syam yang ditegur Abu Thaleb oleh Buhaira agar Muhammad dijaga karna Muhammad memiliki tanda-tanda Kerasulan.

Apa aktifitas Nabi Muhammad pada usia 9 Tahun sampai 24 Tahun? Jarang sekali ada yang membahasnya. Ternyata, setelah belajar berdagang pada usia 8 tahun dengan pamannya Abu Thaleb, Muhammad tumbuh sebagi seorang pemuda yang mandiri, dan menjadi seorang pemuda yang sukses sebagai pengusaha yang kaya, dengan menjadi seorang pedagang antar negara saat itu.

Usia 25 tahun, Muhammad menjadi pemuda sukses dan kaya, kemudian kawin dengan seorang Wanita janda yang kaya pula. Intinya, Pemuda kaya kawin dengan janda kaya, maka jadilah Keluarga Muhammad yang kaya "IJO". Artinya, sebuah rumah tangga yang melimpah materi, sehingga diangkat menjadi Rasul/Pemimpin bangsa, sebagai Pemimpin yang kaya finansial dan sanggup menggerakan ummat dengan kekayaannya demi mengangkat agama Allah yaitu agama Islam.

Banda Aceh, l6 Desember 20l7.

Copyright 2016. Balai Diklat Keagamaan Provinsi Aceh - Hak Cipta dilindungi Undang-undang