Artikle Ilmiah

Penyuluh Agama Islam Non PNS, antara Tugas dan Tantangan
Oleh : Nurdin, M.Pd.I - 10 September 2018



Berbicara tentang tugas penyuluh tak habi-habis pembahasannya, lebih-lebih tentang tantangan dan problematika yang dihadapinya di masyarakat. Jelasnya, pekerjaan seorang penyuluh merupakan tugas yang sangat mulia yang tidak ada tandingannya dengan pekerja lainnya. Betapa tidak, seorang penyuluh ternyata tidak hanya datang ke kantor, absen, kalau ada bimbingan lalu ia membimbingnya terus ia pulang. Persepsi demikian sangatlah keliru. Karena tugas seorang penyuluh Non PNS tidak hanya seperti yang disebutkan di atas.

Pekerjaan seorang penyuluh mencakup segala hal, hampir menyamai beban amanah yang dijalankan oleh Rasulullah dalam membimbing ummatnya ke jalan kebenaran. Sebagaimana diketahui bahwa rasulullah Sawdibagi menjadi dua yaitu menyampaikan risalah dan menegakkan Agama Allah. Kedua tugas ini adalah inti sari dari perintah Allah SWT dan amalan dakwah Nabi Muhammad SAW. Rasulullah Saw yang mengemban misinya sebagai wazifatur Rasul (tugas Rasul), Allah SWT memerintahkan Rasul untuk menyampaikan wahyu dan sebagai hasil dari penyebaran wahyu ini adalah terbentuknya Agama Allah.

Oleh kerana itu tugas utama menyampaikan dakwah ini juga perlu diiringi dengan menegakkan Agama Allah. Dalam kedua tugas rasulullah tersebut, dapat dirinci lagi menjadi beberapa macam yaitu:

1.      رسالة الدعوة (menyampaikan dakwah)

Tugas Rasul yang diperintahkan langsung oleh Allah SWT dan merupakan ciri-ciri dari kerasulan adalah menyampaikan dakwah kepada manusia. 

2.      معرفة الخالق (mengenal pencipta)

Mengenal Allah adalah suatu yang mudah bagi fitrah manusia. Mengenal Khalik melalui makhluk yaitu alam semesta dan manusia, seperti kejadian alam, proses pembentukan manusia, pergantian siang malam dan sebagainya.

3.      كيفية العبادة(cara beribadah)

Mengabdi kepada Allah, menjalankan perintah Allah dan Rasul adalah ibadah. Bagaimana cara beribadah, Allah SWT tidak sebutkan secara detil,

4.      منهجالحية (pedoman hidup)

Menyampaikan risalah selain berkaitan dengan pengenalan kepada Kholiq dan cara ibadah, juga mengenalkan panduan hidup (Islam) secara benar.

5.      التربية (Pendidikan/Pembinaan)

Tarbiyah adalah minhaj Rabbaniyah yang penting dan tidak dapat ditinggalkan dalam menjalankan dakwah ini. Tarbiyah sebagai cara yang berkesan dalam membangun rijal ke arah pembentukan syaksiyah Islamiyah dan pembentukan daiyah.

 

6.      اقامة الدين الله(menegakkan Agama Allah)

Menegakkan Agama Allah  juga merupakan perintah atau arahan yang datangnya dari Allah. Tegaknya Agama mesti dimulai oleh tegaknya Islam di dalam diri peribadi, keluarga dan masyarakat. Usaha ini tercapai melalui penyampaian risalah, dimana tarbiyah adalah cara yang paling berkesan untuk mencapai objektif ini.

7.      اقامة الخلافة (menegakkan khilafah)

Mengikut kepada firmanNya bahawa setiap mukmin akan diberi kedudukan sebagai khalifah di muka bumi ke atas makhluk lainnya. Namun demikian dari segi kenyataan tidak semuanya orang Islam mendapatkan kedudukan khalifah.

8.      بناء الرجال(Mencetak Kader)

Menegakkan Agama tidak mungkin dikerjakan sendirian saja. Usaha ini perlu dilakukan secara berjamaah. Mereka yang bersama pun perlu memiliki kekuatan, kefahaman yang jelas, aqidah yang bersih dan memegang minhaj yang betul. Kebersamaan dari kader - kader diperolehi melalui pembangunan rijal. Tarbiyah adalah usaha untuk membangun kader yang dipersiapkan sebagai tonggak dakwah. Cara bagaimana bina kader ini kita merujuk kembali bagaimana Rasul melaksanakan pembinaan kepada para sahabat.Sebagaimana disebutkan dalam firman Allah surat Ali Imran ayat 104 yang berbunyi:

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Artinya: Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.Minhajud Dakwah (panduan dakwah). (Q. S. Ali Imran: 104).

Karena itulah Al-Qur'an dan Sunnah adalah minhaj dakwah yang penuh dengan petunjuk-petunjuk bagaimana menjalankan dakwah. Banyak contoh-contoh misalnya kita disuruh berdakwah lembut, ramah, tidak boleh keras, dengan pengajaran yang baik, nasehat, memaafkan dan mengampunkan mereka.Minhaj Dakwah dalam menegakkan Agama juga membincangkan bagaimana dakwah melalui pendekatan ekonomi, budaya, sosial dan politik, athbiqur Risalah (aplikasi risalah).

Begitu juga halnya dengan seorang penyuluh agama Islam,ia tetap menjalani tugasnya sebagaimana tugas yang dijalani oleh rasulullah Saw walaupun lingkup dan kegiatan mereka tidak sempurna sebagainama tugas rasulullah. 

Lalu muncul satu argumen, sekarang dimana-mana telah ada pesantren, ada Tgk, ada ustaz, Imam Kampung sehingga penyuluh tidak perlu menangani semuanya itu?. Pertanyaan seperti itu memang tidak ada salahnya, tetapi perlu diketahui bahwa, semua pihak pesantren, Tgk, ustaz, Imam Kampung dan lainnya sebagainya mereka memang betul menjalankan tugasnya dimasayarkata tetapi mereka tidak terikat oleh peraturan pemerintah dan kadang-kadang tugas merekapada waktu tertentu  saja, mereka mengajar ngaji kitab Cuma di pesantren atau sekali-kali di kampong itupun orang-orang tertentu saja, menjadi Imam kampong hanya menjalani tupoksinya di meunasah, lain halnya dengan seorang penyuluh mereka memiliki tugas dan tanggung jawab yang lebih dari itu.

Sebagai deskripsinya, penulis dapat menjabarkan sedikit tugas seorang penyuluh sebagaimana di amanatkan oleh Menteri Agama Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Nomor 298 Tahun 2017 , sebagai berikut:

a)      Penyuluh Pengentasan Buta Huruf Al-Qur’an

b)     Penyuluh Keluarga Sakinah

c)      Penyuluh Pengelolaan Zakat

d)     Penyuluh Pemberdayaan Wakaf

e)      Penyuluh Produk Halal

f)       Penyuluh Kerukunan Umat Beragama

g)     Penyuluh Radikalisme dan Aliran Sampalan

h)     Penyuluh NAVZA dan HIV/AIDS

Selain dari tugas yang disebutkan di atas, dalam melaksanakan Pembinaan keagamaan kepada  masyarakat, tugas dan kewajiban penyuluh Non PNS juga tidak terbatas pada yang telah disebutkan di atas melainkan mereka memiliki fungsi yang lebih dari itu. Karena pada dasarnya Penyuluh Agama mempunyai  fungsi sebagai berikut :

1.      Fungsi Informatif dan Edukatif, ialah Penyuluh Agama Islam memposisikan sebagai Da’i yang berkewajiban menda’wahkan Islam, menyampaikan Penerangan Agama dan mendidik masyarakat dengan sebaik baiknya sesuai ajaran Agama.sesuai dengan Firman Allah Swt. dalam Surat Ali Imran : 110 yang berbunyi:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ 

Artinya: Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. ( QS. Ali Imran : 110)

2.      Fungsi Konsultatif, ialah Penyuluh Agama Islam menyediakan dirinya untuk turut memikirkan dan memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat, baik secara pribadi, keluarga maupun sebagai anggota masyarakat umum.

3.      Fungsi Advokatif, ialah Penyuluh Agama Islam memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk melakukan kegiatan pembelaan terhadap masyarakat dari berbagai ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang merugikan aqidah, mengganggu Ibadah dan merusak Akhlak. 

Lalu apakah kesemua tugas tersebut telah dijalankan oleh penyuluh….?

Tidak ada hal yang perlu dibohongi bahwa memang itulah tugas yang telah dijalankan oleh penyuluh Non PNS saat ini. Mereka menghabiskan waktu siang malam, bahkan rela dikorbankan keluarganya demi menyelesaikan tugasnya di masyarakat. Demi menjalankan tugasnya di masyarakat, seorang penyuluh kadang-kadang keluarganya rela dikorbankan yang penting prinsip mereka adalah ikhlas beramal.

Apa saja tantangan penyuluh…..?

          Yang namanya hidup di dunia, tentunya setiap manusia itu dihadapi dengan berbagai problematika kehidupan dan tantangan hidup. Itulah sebuah ungkapan yang sering terucap dalam kehidupan  manusia. Tidak ada satupun manusia yang hidupnya lurus-lurus saja melainkan tetap dihadapkan dengan berbagai masalah. Begitu juga halnya dengan seorang penyuluh, dalam menjalankan tugasnya mereka menghadapi berbagai masalah. Mulai dari tantangan dengan teman, di tempat kerja, di masyarakat dan tantangan finansialnya yang sangat tidak mencukupi.

Tantangan para penyuluh agama Islam tidaklah ringan. Menghadapi tantangan tersebut, seorang penyuluh harus tetap tegas yang diawali dengan pembinaan diri pribadi dan keluarga. Walaupun mereka menghadapi berbagai tantangan, penyuluh agama Islam harus bisa menjadi suri teladan yang baik di masyarakat. Penyuluh agama agar selalu waspada terhadap berita dan informasi bohong (berita hoax) yang sering tersebar malalui media sosial. Berita hoax bisa merusak nama baik orang lain, menimbulkan perselisihan, pertengkaran bahkan bisa menimbulkan perpecahan dikalangan ummat. Dalam menyikapi berita hoax, hendaknya penyuluh itu berhati-hati dan bijak untuk menyikapinya. Mereka harus punya filterdengan mengecek terlebih dahulu kebenarannya.

Tantangan yang sangat terasa bagi penyuluh agama Islam saat ini ialah berkaitan dengan masalah finansial yang sangat belum mencukupi kalau disesuaikan dengan kondisi saat ini. Untuk itu hendaknya pemerintah dapat memberikan reward yang lebih meningkat lagi bagi mereka, mengingat tigus mereka yang sangat berat dalam menjalankan tugasnya di masyarakat…..!

 

* Penulis adalah: Widyaiswara Ahli Muda pada Balai Diklat Keagamaan Aceh.

Copyright 2016. Balai Diklat Keagamaan Provinsi Aceh - Hak Cipta dilindungi Undang-undang