Berita

SALMAN : TIDAK ADA MADRASAH YANG BAGUS DIPIMPIN OLEH KEPALA YANG BURUK

Banda Aceh -Nazarullah ZA- Mengutip ungkapan Fred, dalam Pembukaan Diklat Kepala Madrasah dan Guru Fikih (Senin, 1/10/2018) di aula Balai Diklat Keagamaan Provinsi Aceh, Kepala BDK Aceh Salman Al Farisi, S.Ag, M.Pd Menyampaikan bahwa: Saya tidak pernah melihat sekolah yang bagus dipimpin oleh kepala sekolah yang buruk dan sekolah yang buruk dipimpin oleh kepala sekolah yang buruk. Artinya, Kompetensi kepala Madrasah/Sekolah sangat menentukan maju mundurnya sebuah lembaga pendidikan.

Salman melanjutkan bahwa, belum pernah ditemukan sekolah yang gagal, berubah menjadi sukses, dan sebaliknya, sekolah yang sukses tiba-tiba menurun kwalitasnya dan menjadi gagal dengan mengabaikan peran kepala sekolah. Hal ini menyiratkan bahwa, turunnya kwalitas sekolah  sangat tergantung kepada kwalitas kepala sekolahnya.

Menjadi Kepala Madrasah atau sekolah dan berhasil harus memiliki beberapa hal. Pertama: Trust, yaitu dipercaya. Tanpa ada kepercayaan oleh orang yang kita pimpin, maka kepemimpinan itu tidak akan berhasil. Kedua: Honesty (jujur). Jujur adalah modal yang paling utama dalam mempimpin. Ketiga: Amanah. Mempimpin adalah seni, namun jangan sampai lupa bahwa memimpin adalah sebuah amanah yang telah diembankan kepada kita, Kata Salman.

Ketika sudah memimpin sebuah lembaga, baik itu lembaga pendidikan atau lembaga formal lainnya, seorang leader itu harus: Percaya diri (self confidence) agar tidak menghambat kemajuan.
Kemudian open minded, yaitu memiliki pikiran terbuka, serta siap menerima saran dan kritikan orang lain dengan cara membuka diri terhadap kelebihan orang lain.   

Untuk Peserta diklat Substantif guru Fikih, Kepala BDK Aceh mengharapkan agar para guru fikih dapat mendidik siswa bagaimana cara melakukan ibadah yang benar dan sesuai  dengan tuntunan ilmu fikih yang sebenarnya.  Persoalan yg sering dihadapi hari ini, banyak siswa kurang pengetahuannya dari sisi thaharah yang benar, sehingga berpengaruh terhadap sahnya ibadah shalat dan ibadah lainnya yang mereka lakukan, ungkap salman.

Ketua Panitia Diklat Nusyirwin, S. Sos, MM dalam laporannya di hadapan Kepala BDK Aceh, Pejabat Struktural dan Fungsional serta peserta diklat menyampaikan bahwa Diklat Kepala Madrasah diikuti oleh 30 orang peserta calon Kepala Madrasah Selama 17 hari sejak tanggal 1 s/d 17 Oktober 2018 dengan pola belajar 150 Jam Pelajaran (JP). Sedangkan 30 orang peserta Guru Fikih, akan didiklatkan selama 6 hari sejak tanggal 1 s/d 6 Oktober 2018 dengan pola 60 Jam Pembelajaran (JP). (Humas & Protokol BDK Aceh)

Copyright 2016. Balai Diklat Keagamaan Provinsi Aceh - Hak Cipta dilindungi Undang-undang