Top
    bdkaceh@kemenag.go.id
(0651) 34088
ANALISIS KEBUTUHAN DIKLAT TAHUN 2020 DIMULAI DARI KABUPATEN ACEH BARAT

ANALISIS KEBUTUHAN DIKLAT TAHUN 2020 DIMULAI DARI KABUPATEN ACEH BARAT

Selasa, 7 Juli 2020
Kategori : Berita
116 kali dibaca

(Meulaboh-7 Juli 2020). Kegiatan Analisis Kebutuhan Diklat (AKD) dalam tahun 2020, diawali dengan pengumpulan data di Kabupaten Aceh Barat. Mengingat kondisi, kegiatan ini dilaksanakan sesuai dengan protokoler Covid 19. Seluruh peserta memasuki ruang aula Kankemenag setelah dilakukan pemeriksaan suhu tubuh. Seluruh peserta juga diwajibkan menggunakan masker. Pembukaan kegiatan AKD diwakili oleh Kasi Penmad Kankemenag Kabupaten Aceh Barat. Mengawali kata-kata sambutannya, Iswandi S.Pd.I menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tim AKD dari Balai Diklat Keagamaan Aceh yang telah memberikan kepercayaan bagi Kankemenag Kabupaten Aceh Barat sebagai salah satu Lokus AKD tahun ini. Diharapkan hasil AKD dapat memberikan kontribusi bagi penentuan jenis diklat yang akan dilaksanakan pada tahun 2021. Diklat yang sesuai dengan kebutuhan akan mampu memenuhi harapan bagi peningkatan kompetensi Pengawas, Kepala Madrasah, guru, penghulu, penyuluh dan tenaga Administrasi.

Ketua Tim AKD dari Balai Diklat Keagamaan Aceh, Drs. Mahdi Amin mengatakan program diklat yang diselenggarakan harus sesuai dengan standar kompetensi untuk memenuhi kebutuhan Pegawai  di lingkungan Kementerian Agama. Oleh karena itu untuk memberikan pelayanan yang berkualitas dan menitikberatkan pada unsur kepuasan kepada peserta diklat maupun pegawai Kementerian Agama, maka setiap penyelenggaraan program diklat pada Balai Diklat Keagamaan Provinsi Aceh perlu diawali dengan melakukan analisis kebutuhan. Pada tahun ini Balai Diklat Keagamaan Aceh melaksanakan AKD di empat lokus yaitu Kabupaten Aceh Barat, Kabupaten Bireun, Kabupaten Aceh timur dan Kabupaten Aceh Tengah.

Setelah selesai kegiatan pembukaan pelaksanaan AKD di aula Kankemenag Kabupaten Aceh Barat tersebut, anggota tim AKD yang terdiri dari  Dr. Nirwani Jumala, M.Pd dan Azmul Akhyar, S.Pd, melaksanakan pengumpulan data. Kegiatan pengumpulan data diawali dengan kegiatan audiensi untuk mendengarkan masukan dan saran-saran dari peserta AKD. Pada kesempatan ini K2M Madrasah Aliyah yang diwakili oleh Drs. Cut Aswadi, M. Pd mengatakan selama ini pelaksanaan diklat belum menyentuh seluruh bidang mata pelajaran. Pada  tahun 2021 diharapkan diklat lebih diprioritaskan bagi guru rumpun IPS, PJOK dan bimbingan konseling. Lebih lanjut, mewakili para guru, Gamal Barqi, S.Pd.I mengatakan saat ini diklat yang sangat dibutuhkan guru adalah yang berhubungan dengan pengelolaan pembelajaran daring.  Para guru berharap pelaksanaan Diklat di Wilayah Kerja (DDWK) lebih banyak porsinya untuk tahun 2021. DDWK dianggap memberikan kesempatan yang lebih besar bagi guru untuk mendapatkan kesempatan diklat. Diklat tematik termasuk salah satu prioritas yang harus diperhatikan pada tahun 2021.

Pengawas madrasah yang diwakili oleh Drs. Hasan Basri juga menyampaikan bahwa Diklat penguatan kompetensi pengawas sudah seharusnya menjadi salah satu diklat yang akan dilaksanakan pada tahun 2021. Hal ini  mengingat sebagai besar pengawas yang saat ini bertugas di madrasah telah menduduki jabatan sebelum tahun 2017, sehingga tidak pernah mengikuti Diklat Pembentukan Jabatan Calon Pengawas (Diklat Cawas). Pengawas juga membutuhkan peningkatan kompetensi dalam hal penulisan Karya Tulis Ilmiah.

Di kesempatan berikutnya, Furqan, S.Ag yang menjabat sebagai Kepala KUA Kecamatan Johan Pahlawan mengatakan penghulu adalah bagian dari ASN Kemenag yang sangat jarang tersentuh Diklat. Sementara itu, Hasballah, S.Ag mewakili penyuluh mengatakan dari 21 penyuluh fungsional yang bertugas di Kabupaten Aceh Barat hanya 5 orang yang pernah mengikuti Diklat.  Padahal penyuluh dan penghulu adalah ASN Kemenag yang selalu beraktivitas dalam melayani masyarakat dalam segala situasi dan kondisi. Tantangan yang dihadapipun sangat berat, maka perhatian Balai Diklat untuk meningkatkan kompetensi penyuluh dan penghulu melalui kegiatan diklat sangat dinanti-nantikan.

Cut Safrida Hanum dan Suharman, mewakili tenaga Administrasi menyampaikan bahwa kebutuhan Diklat bagi tenaga Administrasi  di tahun 2021, lebih difokuskan pada diklat SOP, pengelolaan perpustakaan, tata naskah dinas dan pengelolaan arsip statis dan digitalisasi. Sebelum menutup kegiatan audiensi, sekali lagi Kasi Penmad, Iswandi, S. Pd.I mengingatkan agar instrument AKD yang akan diisi melalui geogle form, agar disubmit setelah peserta AKD menjaring informasi lebih detil kepada rekan sejawat lainnya di wilayah kerja Kemenag Kabupaten Aceh Barat. Hal ini bertujuan agar Diklat yang akan diajukan pada tahun 2021 benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia Kementerian Agama di provinsi Aceh khususnya Kabupaten Aceh Barat.


Sumber :

Penulis :

Editor :

Berita Terkait