Top
    bdkaceh@kemenag.go.id
(0651) 34088
Kepala Biro Kepegawaian Tutup Latsar Angkatan VII
Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Agama Republik Indonesia DR. Nurudin, M.Si sedang Menyampaikan Bimbingan dan Arahan

Kepala Biro Kepegawaian Tutup Latsar Angkatan VII

Rabu, 24 November 2021
Kategori : Berita
62 kali dibaca

BANDA ACEH - Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Agama Republik Indonesia DR. Nurudin, M.Si menutup secara resmi Diklat Latsar CPNS angkatan VII (24/11) di aula Balai Diklat Keagamaan Aceh yang di dampingi langsung oleh kepala BDK Aceh Drs. H. Muhammad Halomoan, M.Pd. Dihadapan para peserta Latsar Nurudin berpesan agar selalu meningkatkan kompetensi, kualifikasi dan kinerja.

Pada kesempatan itu, kepala Biro Kepegawaian juga menyampaikan bahwa “Secara aturan Undang-Undang ASN Nomor 5 Tahun 2014 dijelaskan bahwa setiap Pegawai Negeri Sipil itu adalah pejabat, yaitu terdiri dari pejabat struktural dan fungsional.  Karena PNS itu dianggap sebagai pejabat, maka mereka itu harus dilantik untuk menduduki jabatannya. Hal ini berlaku juga untuk pejabat fungsional seperti guru. Oleh karena itu, guru yang diangkat dalam jabatannya sesuai regulasi ini harus dilakukan pelantikan”, kata Nurudin.

Paradigma lama, PNS Guru itu bukan profesi atau tidak dianggap sebagai jabatan yang membutuhkan keahlian. Namun, untuk saat ini PNS guru itu adalah bagian dari profesi, sehingga kualifikasinya baru diakui melalui jalur pendidikan. Oleh karena itu, jika sudah dianggap profesi maka harus kompeten dan profesional. Peningkatan kompetensi dapat ditempuh melalui pelatihan”, imbuh Nurudin.

Pelatihan CPNS yang diikuti peserta Latsar adalah sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan kompetensi. Perlu diketahui bahwa ada tiga hal penting Kemenag menerapkan sistem merit dalam manajemen ASN, yaitu kualifikasi, kompetensi dan kinerja. Tujuan penerapan sistem merit adalah untuk memastikan jabatan di birokrasi pemerintah diduduki oleh orang-orang yang profesional, dalam arti kompeten dan melaksanakan tugas berdasarkan nilai dasar, kode etik dan kode perilaku ASN.

Hal menarik lainnya yang disampaikan Kepala Biro Kepegawaian kepada peserta Latsar adalah bahwa “ASN Kementerian Agama harus menjadi pribadi yang teladan, pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat, punya kemampuan materi/substansi dengan selalu meningkatkan diri sehingga menjadi manusia pembelajar. Sehingga dalam bekerja bukan hanya  yang  sudah ditetapkan, tetapi di atas yang sudah ditetapkan”, tutup Nurudin. (MU/ NZ)


Sumber : Tim Website BDK Aceh

Penulis : Maria Ulfa

Editor : Nazarullah

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP