Top
    bdkaceh@kemenag.go.id
(0651) 34088

Peningkatan mutu Penyelenggaraan Pelatihan Teknis Administrasi melalui pengukuran Indeks Mutu Pelatihan di Balai Diklat Keagamaan Aceh

Selasa, 16 Juni 2020
Kategori : Artikel Ilmiah
345 kali dibaca

 

Abstrak

 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  gambaran tentang mutu kediklatan di Balai Diklat Keagamaan Aceh Kementerian Agama dan untuk mengetahui rekomendasi  untuk peningkatan mutu pelatihan. Kajian ini merupakan hasil dari  penelitian lapangan sehingga dalam metode yang digunakan adalah dengan melakukan kajian terhadap hasil data instrument  berupa laporan yang terkait dengan kegiatan Indeks mutu pelatihan yang dilaksanakan  oleh  Pusdiklat Tenaga Administrasi. Dalam penyajian data digunakan metode deskriptif yang diarahkan untuk menggali dan menganalisa mengenai suatu data yaitu. Analisis terhadap data-data yang diperoleh. Temuan hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks mutu pelatihan pelatihan yang dilakukan oleh Pusdiklat Tenaga Administrasi telah mengukur dan mengidentifikasi kebutuhan peningkatan mutu pelatihan diklat teknis Adeministrasi Balai Diklat Keagamaan Aceh dalam rangka peningkatan Mutu  sesuai amanat Undang-Undang dan telah tersusunnya rekomendasi untuk pengembangan mutu pelatihan, berdasarkan hasil analisis Indeks mutu pelatihan untuk peningkatan kualitas  pelatihan Balai Diklat Keagamaan Aceh pada tahun mendatang.

Kata kunci : Indeks,, Mutu, Pelatihan

A. Pendahuluan

Latar Belakang

Seiring dengan bergulirnya reformasi birokrasi yang membutuhkan aparatur negara yang kompeten di bidangnya.Upaya yang dilakukan dalam peningkatan profesionalisme ASN adalah pengembangan kompetensi bagi setiap ASN.Hal ini disebabkan pengembangan kompetensi merupakan salah satu hak yang harus diperoleh oleh setiap pegawai sebagaimana tertuang dalam pasal 21 Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai pelatihan. Dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 75 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai pada Kementerian Agama disebutkan bahwa Pelatihan atau Diklat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan sikap pegawai untuk dapat melaksanakan  tugas jabatan secara profesional  dengan dilandasi kepribadian  dan kode etik pegawai sesuai dengan kebutuhan Kementerian Agama.

Peningkatan mutu pelatihan pada saat ini masih dihadapkan pada beberapa permasalahan di antaranya, belum maksimalnya kualitas instrumen pengukuran sehingga belum diketahui seberapa tingginya unsur-unsur dalam suatu pelatihan dapat diukur untuk dapat di susun program pelatihan yang sejalan dengan peningkatan mutu pelatihan, kurang terukurnya kualitas penyelenggaraan pelatihan baik input, proses maupun output.

B. Landasan Teori

            Kata “Mutu” berasal dari bahasa inggris “quality” yang berarti kualitas, sesuai keberadaannya, mutu dipandang sebagai nilai tertinggi dari suatu produk atau jasa. Menurut Crosby, mutu adalah sesuai yang di syaratkan atau distandarkan , yaitu sesuai dengan standar mutu yang telah ditentukan, baik inputnya, prosesnya, maupun outputnya, bagi setiap institusi, mutu adalah agenda utama dan merupakan factor yang paling penting.

Dalam penetapan standar produk atau jasa yang dihasilkan memperhatikan syarat-syarat yang dikehendaki pelanggan, dan perubahan-perubahan atas keinginan konsumen atau pelanggan

Indek Mutu Pelatihan bertujuan untuk memberikan penjaminan kualitas penyelenggaraan Pelatihan yang dilakukan melalui serangkaian penilaian beberapa unsur dalam penyelenggaraan pelatihan pada Lembaga Pelatihan. .Adapun unsure dalam penyelenggaraan pelatihan pada lembaga Pelatihanyang dinilai adalah 1) Contex yang memuat tentang analisis kebutuhan diklat, dasar hukum penyelenggaraan, SOP, dan panduan pelatihan.2)unsur Input memuat peserta, kurikulum, program pelatihan dan Tenaga kediklatan. 3) Unsur Proses meliputi: penilaian-penilaian, 4) Product meliputi Kompetensi lulusan dan laporan penyelenggaraan. 5) Pengakuan ekternal terhadap lembaga/unit.

Adapun pelatihan yangditeliti adalah 4 (empat)diklat teknis administrasi yang telah disiapkan oleh balai diklat Aceh untuk menjadi bahan evaluasi, dan Instrumen yang menjadi ukuran adalah pada masing-masing unsur sebagai berikut: Contexs memuat Analisis kebutuhan Pelatihan untuk menyesuaikan kegiatan denganrencanakegiatan, secara berkala/terus menerus dengan stake holder pada wilayah kerja masing-masing, Dasar hukum penyelenggaraan, bahwa setiap pelatihan mengacu pada dasar hukum yang sesuai. Keberadaan SOP, setiap pelatihan memiliki SOP yang menjadi acuan pelaksanaan dan panduan pelatihan yang mengaturmengatur secara lengkap untuk mencapai tujuan dan sasaran program pelatihan.

Penilaian selanjutnya adalahunsur input memuat: peserta pelatihan apakah memenuhi persyaratan administrasi yang ditentukan dan kesesuaian dengan pemanggilanpeserta, dan jumlah peserta pelatihan memenuhi targetdalam TOR/panduan. Kurikulum memuat nama pelatihan teknis administrasisesuai dengan kurikulum yang disusun oleh Pusdiklat Tenaga Administrasi, nama mata diklat teknis administrasi sesuai dengan kurikulum yang disusun oleh Pusdiklat Tenaga Administrasi, Jumlah mata diklat teknis administrasi sesuai dengan kurikulum yang disusun oleh Pusdiklat Tenaga Administrasi, bahan pelatihan yang diberikan kepada peserta berupa handout /modul/bahan presentasi, metode pembelajaran yang digunakan bervariasi, Jangka waktu program pelatihan sesuaidengan yang tercantum di kurikulum dan silabus, dan jangka waktu penyelenggaraan pelatihan sesuai dengan yang tertera dalam kurikulum dan silabus Pusdiklat Tenaga Administrasi.Penilaian Program pelatihan yaitu tujuan pelatihan memiliki tiga unsur yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap yang ingin dicapai.Dan Tenaga kediklatan serta penyelenggara diklat.meliputi Widyaiswara, narasumber dan pengelola diklat. Penilaianselanjutnya tentang process memuat penilaian terhadap proses pelaksanaan diklat meliputi: Jadwal, SK Panitia, rapat persiapan, dan rapat evaluasi. Proses evaluasi dilakukan terhadap penyelenggara, widyaiswara dan terhadap peserta melalui pre test dan pos tes.

Adapun unsur produk yang dinilai adalah kompetensi lulusanyang dapat dilihat dari sertifikat kelulusan dan nilai kenaikan pre denganpos tes. Program juga menilai laporan penyelenggara.Selain hal tersebut adanya pengakuan eksternal dari luar instansi seperti Zona Integritas, Inovasi, Akreditasi, dan widyaiswara mengajar di luar instansi.

Teknik Pengumpulan Data

Secara teknis, pelaksanaan penilaian indek mutu pelatihan dan indek kepuasan pengguna produk sistem dengan cara melakukan koordinasi kepada lokus dengan email surat pemberitahuan akan dilaksanakan penilaian indek mutu diklat dan indek kepuasan produk system, serta mendata jumlah responden yang akan dibagikan kuesioner,  Pelaksanaan pengiriman email kuesioner dan tatacara pelaksanaan pengisian kuesioner dilakukan 10 hari sebelum kedatangan, menjelaskan kepada pimpinan, menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan  dan menentukan jumlah responden yang akan mewakili mengisi kuesioner, Mengumpulkan bukti fisik, mengumpulkan responden,  melaksanakan wawancara dengan responden, dan pengisian instrumen indeks kepuasan pengguna produk sistem kediklatan tenaga administrasi, dan Pengumpulan kuesioner dan melaksanakan FGD hasil sementara indek mutu diklat

 

C. Temuan/Hasil Penelitian dan Analisis

Berdasarkan hasil analisis data sementara Balai Diklat Keagamaan Aceh mendapat predikat Madya dengan nilai: 3,06. Masih terdapat bukti fisik yang akan dilengkapi untuk mendapatkan nilai tambahan, apabila kelengkapan data yang telah dijanjikan dapat terkumpulkan ( Pre tes dan pos test 6 Diklat), sebagai penilaian metode yang digunakan saat pembelajaran berlangsung, maka penilaian indek mutu diklat Balai diklat menjadi: 3,06.

Adapun data hasil penilaian indek mutu diklat Balai Diklat Keagamaan Aceh sebagai berikut:

 

BALAI DIKLAT ACEH

   

BOBOT1

BOBOT2

NILAI

 

NILAI PER KOMPONEN

CONTRXT

C1

10

1.43

4

0.57

3.57

 

C2

 

1.43

1

0.14

 

 

C3

 

1.43

4

0.57

 

 

C4

 

1.43

4

0.57

 

 

C5

 

1.43

4

0.57

 

 

C6

 

1.43

4

0.57

 

 

C7

 

1.43

4

0.57

 

INPUT

IN1

8

0.57

3

0.21

3.86

 

IN2

 

0.57

3

0.21

 

 

IN3

 

0.57

4

0.29

 

 

IN4

 

0.57

4

0.29

 

 

IN5

 

0.57

4

0.29

 

 

IN6

 

0.57

4

0.29

 

 

IN7

 

0.57

4

0.29

 

 

IN8

 

0.57

4

0.29

 

 

IN9

 

0.57

4

0.29

 

 

IN10

 

0.57

4

0.29

 

 

IN11

 

0.57

4

0.29

 

 

IN12

 

0.57

4

0.29

 

 

IN13

 

0.57

4

0.29

 

 

IN14

 

0.57

4

0.29

 

sarpras

IN15

2

0.13

4

0.25

4.00

 

IN16

 

0.13

4

0.25

 

 

IN17

 

0.13

4

0.25

 

 

IN18

 

0.13

4

0.25

 

 

IN19

 

0.13

4

0.25

 

 

IN20

 

0.13

4

0.25

 

 

IN21

 

0.13

4

0.25

 

 

IN22

 

0.13

4

0.25

 

 

IN23

 

0.13

4

0.25

 

 

IN24

 

0.13

4

0.25

 

 

IN25

 

0.13

4

0.25

 

 

IN26

 

0.13

4

0.25

 

 

IN27

 

0.13

4

0.25

 

 

IN28

 

0.13

4

0.25

 

 

IN29

 

0.13

4

0.25

 

 

IN30

 

0.13

4

0.25

 

process

PRO1

20

2.86

3

0.43

2.29

 

PRO2

 

2.86

4

0.57

 

 

PRO3

 

2.86

1

0.14

 

 

PRO4

 

2.86

1

0.14

 

 

PRO5

 

2.86

3

0.43

 

 

PRO6

 

2.86

3

0.43

 

 

PRO7

 

2.86

1

0.14

 

product

PD1

30

10.00

4

1.33

3.00

 

PD2

 

10.00

1

0.33

 

 

PD3

 

10.00

4

1.33

 

PENGAKUAN EKS

PE1

30

5

1

0.17

1.67

 

PE2

 

5

3

0.50

 

 

PE3

 

5

1

0.17

 

 

PE4

 

5

1

0.17

 

 

PE5

 

5

1

0.17

 

 

PE6

 

5

3

0.50

 

 

INDEKS MUTU DIKLAT

 

 

3.06

 

Berdasarkan hasil analisis terdapat beberapa kesimpulan, yaitu: nilai indek mutu diklat dari Balai Diklat Keagamaan 3,06 kriteria MADYA, hasil dari analisanya adalah untuk contex Kegiatan Analisis Kebutuhan Diklat dilaksanakan secara berkala/per tahun dengan metode bervariatif BDk Aceh hanya memiliki 1 metodevariasi AKD, tetapi sudah baik dalam halbahwa minimal 3Diklat yang telah diselenggarakan telah merujuk hasil Analisis Kebutuhan Diklat (AKD), dan sudah melibatkan minimal 4 stake holder dalam melakukan AKD yaitu diantaranya kanwil, kankemenag, perguruan tinggi dan madrasah.

Adapun dalam hal kesesuaian dasar hukum penyelenggaraan diklat teknis, BDK Aceh sudah sesuai dasar hukum dengan diklat yang dilaksanakan, dengan melihat pada bukti laporan.

Dalam Hal kelengkapan SOP, BDK Aceh sudah memiliki kelengkapan SOP, meskipun SOP yang dibuat mungkin belum sesuai permenpan no.35 tahun 2012, diharapkan kedepannya SOP yang dimiliki balai dapat diperbaharui sesuai dengan aturan perundang-undangan.

Untuk kelengkapan panduan pelaksanaan diklat sudah hamper lengkap, dan terhadap penilaian peserta cukupmemenuhi persyaratan administrasi yang ditentukan, seperti sesui dengan kriteria dalam surat panggilan, jumlah peserta sesuai standar LAN dan kehadiran peserta juga baik.

Untuk Kurikulum silabus yang digunakan, BDK Aceh telah menyesuaikan dengan kurikulum silabus yang di standarkan oleh pusdiklat tenaga administrasi, dengan tidak mengurangi mata diklat yang sudah standar dari pusdiklat tenaga administrasi begitupun lamanya waktu diklat sudah sesuai dengan standar, tidak melebihkan atau mengurangi, dan begitupun T   

Adapun Bahan Diklat yang diberikan kepada peserta berupa handout //bahan presentasi sudah sesuai kelengkapan yang dipersyaratkan, dan metode pembelajaranpun sudah bervariasi

Para widyaiswara telah Memiliki kualifikasi latar belakang pendidikan/pengalaman kerja/TOT/TOF, dan narasumber Memiliki kualifikasi keahlian  pengalaman kerja/jabatan/pendidikan,

Pengelola diklat yaitu kepala Balai dan Kasie Administrasi dan para penyelenggara diklat , karena telah melalui rotasi dalam pekerjaan, masih dibutuhkan sertifikasi kompetensi sebagai pengelola diklat maupun penyelenggara diklat  yang dibuktikan dengan sertifikat Management of Training (MOT) dan Training Officer Course (TOC) , mudah-mudahan  secepatnya telah mendapatkan sertifikasi setelah penilaian indeks mutu.

Adapun Prasarana berupa gedung, BDK Aceh masih belum memiliki gedung milik sendiri, tetapi menggunakan milik unit kerja kementerian agama yang lain, tetapi dalam hal memiliki sarana peralatan dan perlengkapan sudah cukup baik

Dalam proses pelaksanaan diklat, karena banyak hal, seringkali tidak sesuai jadwal yang direncanakan karena faktor faktor tertentu, rapat persiapan diusahakan selalu ada namun seringkali tidak mengadakan rapat evaluasi setelah penyelenggaraan diklat

Untuk penilaian peserta, belum merata dalam setiap diklat melakukan pre dan post test sesuai standar pusdiklat tenaga administrasi, tetapi untuk laporan diklat sudah sesuai dengan KMA Nomor 9 tahun 2016.

Pada Point terakhir yaitu pengakuan eksternal, belum ada pengakuan dalam hal zona integritas dari menpan RB dan Inspektorat jenderal, namun untuk inovasi yang di kembangkan dalam pembelajaran diklat di BDK Aceh, memiliki inovasi yang sangat baik dan berskala nasional, dan dapat disosialisasikan ke balai diklat yang lain yaitu konsep rancangan tindak lanjut (RTL) yang bahkan sudah pernah diajukan dan diapresiasi oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) dan Kedisiplinan peserta melalui pin peserta  

 

  •  

Temuan hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks mutu pelatihan pelatihan yang dilakukan oleh Pusdiklat Tenaga Administrasi di BDK Aceh telah mengukur dan mengidentifikasi kebutuhan peningkatan mutu pelatihan diklat teknis Administrasi dalam rangka peningkatan Mutu  sesuai amanat Undang-Undang dan telah tersusunnya rekomendasi untuk pengembangan mutu pelatihan, berdasarkan hasil analisis Indeks mutu pelatihan untuk peningkatan kualitas  pelatihan Balai Diklat Keagamaan Aceh pada tahun mendatang.

  1.  

Undang Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara

Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil;

Peraturan Lepala Lembaga Administrasi Negara Nomor 13 tahun 2011 tentang Pedoman umum pembinaan penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Teknis

John M.Echols dan Hasan Shadily, Kamus Inggris Indonesia (Jakarta: Gramedia, 1976)

Pusdiklat Tenaga Administrasi. 2019. Laporan Pelaksanaan Indeks Mutu Diklat  BDK Aceh

Edward Sallis, Total Quality Management in Education, Terjemahan Ahmad Ali Riyadi dan Fahrurrozi (Yogyakarta:IRCiSoD, 2006)

 

Abstrak

 

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  gambaran tentang mutu kediklatan di Balai Diklat Keagamaan Aceh Kementerian Agama dan untuk mengetahui rekomendasi  untuk peningkatan mutu pelatihan. Kajian ini merupakan hasil dari  penelitian lapangan sehingga dalam metode yang digunakan adalah dengan melakukan kajian terhadap hasil data instrument  berupa laporan yang terkait dengan kegiatan Indeks mutu pelatihan yang dilaksanakan  oleh  Pusdiklat Tenaga Administrasi. Dalam penyajian data digunakan metode deskriptif yang diarahkan untuk menggali dan menganalisa mengenai suatu data yaitu. Analisis terhadap data-data yang diperoleh. Temuan hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks mutu pelatihan pelatihan yang dilakukan oleh Pusdiklat Tenaga Administrasi telah mengukur dan mengidentifikasi kebutuhan peningkatan mutu pelatihan diklat teknis Adeministrasi Balai Diklat Keagamaan Aceh dalam rangka peningkatan Mutu  sesuai amanat Undang-Undang dan telah tersusunnya rekomendasi untuk pengembangan mutu pelatihan, berdasarkan hasil analisis Indeks mutu pelatihan untuk peningkatan kualitas  pelatihan Balai Diklat Keagamaan Aceh pada tahun mendatang.

Kata kunci : Indeks,, Mutu, Pelatihan

A. Pendahuluan

Latar Belakang

Seiring dengan bergulirnya reformasi birokrasi yang membutuhkan aparatur negara yang kompeten di bidangnya.Upaya yang dilakukan dalam peningkatan profesionalisme ASN adalah pengembangan kompetensi bagi setiap ASN.Hal ini disebabkan pengembangan kompetensi merupakan salah satu hak yang harus diperoleh oleh setiap pegawai sebagaimana tertuang dalam pasal 21 Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai pelatihan. Dalam Peraturan Menteri Agama Nomor 75 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Pegawai pada Kementerian Agama disebutkan bahwa Pelatihan atau Diklat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, dan sikap pegawai untuk dapat melaksanakan  tugas jabatan secara profesional  dengan dilandasi kepribadian  dan kode etik pegawai sesuai dengan kebutuhan Kementerian Agama.

Peningkatan mutu pelatihan pada saat ini masih dihadapkan pada beberapa permasalahan di antaranya, belum maksimalnya kualitas instrumen pengukuran sehingga belum diketahui seberapa tingginya unsur-unsur dalam suatu pelatihan dapat diukur untuk dapat di susun program pelatihan yang sejalan dengan peningkatan mutu pelatihan, kurang terukurnya kualitas penyelenggaraan pelatihan baik input, proses maupun output.

B. Landasan Teori

            Kata “Mutu” berasal dari bahasa inggris “quality” yang berarti kualitas, sesuai keberadaannya, mutu dipandang sebagai nilai tertinggi dari suatu produk atau jasa. Menurut Crosby, mutu adalah sesuai yang di syaratkan atau distandarkan , yaitu sesuai dengan standar mutu yang telah ditentukan, baik inputnya, prosesnya, maupun outputnya, bagi setiap institusi, mutu adalah agenda utama dan merupakan factor yang paling penting.

Dalam penetapan standar produk atau jasa yang dihasilkan memperhatikan syarat-syarat yang dikehendaki pelanggan, dan perubahan-perubahan atas keinginan konsumen atau pelanggan

Indek Mutu Pelatihan bertujuan untuk memberikan penjaminan kualitas penyelenggaraan Pelatihan yang dilakukan melalui serangkaian penilaian beberapa unsur dalam penyelenggaraan pelatihan pada Lembaga Pelatihan. .Adapun unsure dalam penyelenggaraan pelatihan pada lembaga Pelatihanyang dinilai adalah 1) Contex yang memuat tentang analisis kebutuhan diklat, dasar hukum penyelenggaraan, SOP, dan panduan pelatihan.2)unsur Input memuat peserta, kurikulum, program pelatihan dan Tenaga kediklatan. 3) Unsur Proses meliputi: penilaian-penilaian, 4) Product meliputi Kompetensi lulusan dan laporan penyelenggaraan. 5) Pengakuan ekternal terhadap lembaga/unit.

Adapun pelatihan yangditeliti adalah 4 (empat)diklat teknis administrasi yang telah disiapkan oleh balai diklat Aceh untuk menjadi bahan evaluasi, dan Instrumen yang menjadi ukuran adalah pada masing-masing unsur sebagai berikut: Contexs memuat Analisis kebutuhan Pelatihan untuk menyesuaikan kegiatan denganrencanakegiatan, secara berkala/terus menerus dengan stake holder pada wilayah kerja masing-masing, Dasar hukum penyelenggaraan, bahwa setiap pelatihan mengacu pada dasar hukum yang sesuai. Keberadaan SOP, setiap pelatihan memiliki SOP yang menjadi acuan pelaksanaan dan panduan pelatihan yang mengaturmengatur secara lengkap untuk mencapai tujuan dan sasaran program pelatihan.

Penilaian selanjutnya adalahunsur input memuat: peserta pelatihan apakah memenuhi persyaratan administrasi yang ditentukan dan kesesuaian dengan pemanggilanpeserta, dan jumlah peserta pelatihan memenuhi targetdalam TOR/panduan. Kurikulum memuat nama pelatihan teknis administrasisesuai dengan kurikulum yang disusun oleh Pusdiklat Tenaga Administrasi, nama mata diklat teknis administrasi sesuai dengan kurikulum yang disusun oleh Pusdiklat Tenaga Administrasi, Jumlah mata diklat teknis administrasi sesuai dengan kurikulum yang disusun oleh Pusdiklat Tenaga Administrasi, bahan pelatihan yang diberikan kepada peserta berupa handout /modul/bahan presentasi, metode pembelajaran yang digunakan bervariasi, Jangka waktu program pelatihan sesuaidengan yang tercantum di kurikulum dan silabus, dan jangka waktu penyelenggaraan pelatihan sesuai dengan yang tertera dalam kurikulum dan silabus Pusdiklat Tenaga Administrasi.Penilaian Program pelatihan yaitu tujuan pelatihan memiliki tiga unsur yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap yang ingin dicapai.Dan Tenaga kediklatan serta penyelenggara diklat.meliputi Widyaiswara, narasumber dan pengelola diklat. Penilaianselanjutnya tentang process memuat penilaian terhadap proses pelaksanaan diklat meliputi: Jadwal, SK Panitia, rapat persiapan, dan rapat evaluasi. Proses evaluasi dilakukan terhadap penyelenggara, widyaiswara dan terhadap peserta melalui pre test dan pos tes.

Adapun unsur produk yang dinilai adalah kompetensi lulusanyang dapat dilihat dari sertifikat kelulusan dan nilai kenaikan pre denganpos tes. Program juga menilai laporan penyelenggara.Selain hal tersebut adanya pengakuan eksternal dari luar instansi seperti Zona Integritas, Inovasi, Akreditasi, dan widyaiswara mengajar di luar instansi.

Teknik Pengumpulan Data

Secara teknis, pelaksanaan penilaian indek mutu pelatihan dan indek kepuasan pengguna produk sistem dengan cara melakukan koordinasi kepada lokus dengan email surat pemberitahuan akan dilaksanakan penilaian indek mutu diklat dan indek kepuasan produk system, serta mendata jumlah responden yang akan dibagikan kuesioner,  Pelaksanaan pengiriman email kuesioner dan tatacara pelaksanaan pengisian kuesioner dilakukan 10 hari sebelum kedatangan, menjelaskan kepada pimpinan, menyampaikan maksud dan tujuan kegiatan  dan menentukan jumlah responden yang akan mewakili mengisi kuesioner, Mengumpulkan bukti fisik, mengumpulkan responden,  melaksanakan wawancara dengan responden, dan pengisian instrumen indeks kepuasan pengguna produk sistem kediklatan tenaga administrasi, dan Pengumpulan kuesioner dan melaksanakan FGD hasil sementara indek mutu diklat

 

C. Temuan/Hasil Penelitian dan Analisis

Berdasarkan hasil analisis data sementara Balai Diklat Keagamaan Aceh mendapat predikat Madya dengan nilai: 3,06. Masih terdapat bukti fisik yang akan dilengkapi untuk mendapatkan nilai tambahan, apabila kelengkapan data yang telah dijanjikan dapat terkumpulkan ( Pre tes dan pos test 6 Diklat), sebagai penilaian metode yang digunakan saat pembelajaran berlangsung, maka penilaian indek mutu diklat Balai diklat menjadi: 3,06.

Adapun data hasil penilaian indek mutu diklat Balai Diklat Keagamaan Aceh sebagai berikut:

 

BALAI DIKLAT ACEH

   

BOBOT1

BOBOT2

NILAI

 

NILAI PER KOMPONEN

CONTRXT

C1

10

1.43

4

0.57

3.57

 

C2

 

1.43

1

0.14

 

 

C3

 

1.43

4

0.57

 

 

C4

 

1.43

4

0.57

 

 

C5

 

1.43

4

0.57

 

 

C6

 

1.43

4

0.57

 

 

C7

 

1.43

4

0.57

 

INPUT

IN1

8

0.57

3

0.21

3.86

 

IN2

 

0.57

3

0.21

 

 

IN3

 

0.57

4

0.29

 

 

IN4

 

0.57

4

0.29

 

 

IN5

 

0.57

4

0.29

 

 

IN6

 

0.57

4

0.29

 

 

IN7

 

0.57

4

0.29

 

 

IN8

 

0.57

4

0.29

 

 

IN9

 

0.57

4

0.29

 

 

IN10

 

0.57

4

0.29

 

 

IN11

 

0.57

4

0.29

 

 

IN12

 

0.57

4

0.29

 

 

IN13

 

0.57

4

0.29

 

 

IN14

 

0.57

4

0.29

 

sarpras

IN15

2

0.13

4

0.25

4.00

 

IN16

 

0.13

4

0.25

 

 

IN17

 

0.13

4

0.25

 

 

IN18

 

0.13

4

0.25

 

 

IN19

 

0.13

4

0.25

 

 

IN20

 

0.13

4

0.25

 

 

IN21

 

0.13

4

0.25

 

 

IN22

 

0.13

4

0.25

 

 

IN23

Komentar

-->

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP